Senin, 30 November 2009

R.A, Kosasih: Komik Teguh Lebih Bagus Gambarnya


TEMPO Interaktif, Jakarta -Kakek uzur berusia 90 tahun itu masih sanggup berjalan. Meski ditopang dengan tongkat, langkahnya pasti. Kulitnya keriput dan mengendur, namun senyumnya terus terkembang sejak ia hadir di peluncuran komik Teguh Santosa (almarhum). Dia menghadiri acara itu dengan didampingi sang cucu, yang lahir dari anak perempuan satu-satunya.

Penampilan komikus legendaris bernama Raden Achmad Kosasih ini begitu sederhana. Walau generasi muda pencinta komik menganggap dirinya sebagai Bapak Komik Indonesia, ia tetap bersahaja. Ia hanya bersetelan kemeja panjang bermotif batik, celana bahan berwarna gelap, dan sepasang sandal selop yang kelihatan tak baru lagi.

"Saya senang sekali ada di sini," ujarnya pertama kali. Setelah meladeni para penggemar yang meminta tanda tangan di sampul koleksi komik mereka, ia duduk dengan segelas air putih di meja restoran. "Syukurlah, komik sekarang sudah maju lagi," ia menambahkan.

Karya-karya Kosasih dikenal lebih dulu sebelum Teguh Santosa. Beberapa gubahan terkenalnya adalah Mahabharata, Baratayuda, dan Ramayana. "Tapi komik Teguh jelas lebih bagus gambarnya," ujarnya dengan rendah hati. Gambarnya padat dan ceritanya ringkas.

Berbeda dengan Teguh, Kosasih lebih senang bercerita dengan detail. Penyajian cerita per panelnya lengkap. Tapi yang pasti, Kosasih melanjutkan, cerita komik Teguh itu terinspirasi oleh komiknya. "Cuma gambarnya saja beda," katanya. Visual Teguh lebih oke.

Menurut penerbit, Andy Wijaya, dari segi cerita memang ada beberapa perbedaan antara Teguh dan Kosasih. Misalnya pada tokoh Adipati Karna, Teguh mengambil dua versi, dan Kosasih memilih versi India. Versi India menceritakan, setelah lahir dan keluar dari kuping Dewi Kunti, jabang bayi Adipati diambil oleh seorang kusir. Sedangkan dalam versi Jawa, bayi itu diambil oleh anak raja.

Teguh juga mengisahkan Antasena, yang mampu membunuh orang hanya dengan menjilat tapak kaki orang. Namun, Kosasih menghilangkan bagian itu. Gantinya, Kosasih menaruh tokoh Bambang Ekalaya yang bakal membunuh Arjuna, sedangkan Teguh tidak. "Menurut Teguh, itu cuma petikan buatan Jawa," kata Andy.

Aguslia Hidayah

Dari : http://www.tempointeraktif.com/hg/seni/2009/06/29/brk,20090629-184263,id.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar