Senin, 30 November 2009

Tokoh Komik RA Kosasih Sakit


JAKARTA, RABU -- Salah seorang tokoh komik terkemuka Indonesia, RA Kosasih (90 tahun, 4 April mendatang) kini berjuang keras untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. Sejak Selasa (6/1) sempat dirawat inap di Rumah Sakit Internasional Bintaro, kelas III, tapi kemudian pihak keluarga membawanya pulang untuk rawat jalan, karena ketiadaan biaya.

Sejak lima hari terakhir sakit kakek RA Kosasih mengkhawatirkan, sesak napas dan komplikasi penyakit lainnya. Namun, pihak keluarga hanya mampu merawat di rumah. Biaya untuk rawat inap di rumah sakit tak ada, kata Adi Nandra, cucu RA Kosasih, yang kini merawatnya, ketika dihubungi Rabu (7/1) di Jakarta.

Menurut Adi Nandra, dalam kondisi sakit sekarang kakek RA Kosasih hanya bicara seadanya. Beliau tak bisa bicara lama dan menurut nasehat dokter harus dibatasi. Jumat (9/1) kembali harus dibawa ke rumah sakit untuk mengecek perkembangan, apakah sudah berangsur sembuh atau sebaliknya. "Pihak keluarga berharap kakek bisa lekas sembuh," ujar Adi.

Salah seorang sahabat RA Kosasih, Dwi Koendoro, mengatakan, RA Kosasih adalah komikus yang memperkenalkan wayang ke seluruh nusantara melalui karya-karya komiknya. Ia merupakan komikus yang pertama kali menerbitkan komik dalam bentuk buku di Indonesia. Karya-karyanya di era tahun 1960-an sampai 1970-an, sangat dikenal luas, katanya.

RA Kosasih semasa mudanya dikenal sebagai illustrator di Departemen Pertanian. Menjadi juru gambar buku-buku terbitan Departemen Pertanian di Bogor, yang ia mulai tahun 1939 sampai Jepang masuk dan kemudian menyerah. Setelah kemerdekaan, kosasih serius menekuni komik. Ketika bergabung dengan harian Pedoman Bandung tahun 1953, dua serialnya Sri Asih dan Siti Gahara, mendapat sambutan publik pada saat itu. Keduanya mengisahkan kehebatan dua orang wanita dalam menumpas kejahatan.

Data di Kompas menyebutkan, setelah komik serial Sri Asih dan Sri Gahara, mengalir karya-karya berikutnya seperti Sri Dewi, sang wanita perkasa yang kemudian disusul komik-komik lainnya, sampai akhirnya ia memilih lakon wayang sebagai sebagai tema sentralnya. Karya komik lainnya, Mahabharata dan Ramayana , yang diilhami buku Bhagavadgita, mendapat sambutan luas dan mengalami cetak ulang puluhan kali.

Dari : http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/07/20340117/Tokoh.Komik.RA.Kosasih.Sakit..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar